Puisi untuk Kartini

Ditulis dan dibacakan oleh Bunda Saskia dalam rangka peringatan Hari Kartini Rotary Club April 22, 2008

 

 

 

Ketika kami kini berdiri disini

Ketika kami wanita Indonesia yang berpendidikan, berkarya dan berkeluarga… 

berbahagia dalam memilih, melangkah dan memutuskan masa depan dan cita-citanya ….

Kodratnya sebagai wanita dan rasa hormat pada budaya dan kewajibannya,

Memperindah wanita Indonesia ini dalam menjalankan tanggung jawabnya…

Sebagai wanita, sebagai isteri, sebagai ibu dan sebagai dirinya sendiri yang  menjaga martabatnya

Kini kami adalah banyak …

Dari hanya beberapa pahlawan pendidikan dan pejuang untuk wanita Indonesia pendahulunya…

Wanita-wanita  pendahulu yang tangguh, santun dalam bermasyarakat  dan bertutur,

menapakkan kaki-kakinya pada jalan-jalan yang masih berbatu dan terjal,

mengulurkan tangannya,

membagi pengetahuan dan adabnya, kepada anak serta cucu, buyut dan canggah wanitanya…

seraya berkata:

“Cah Ayu, Neng Geulis, Nak Daro nan elok, Nona Manis, seraplah ilmu sebanyak-banyaknya, amalkan sebaik-baiknya, raihlah cita-citamu, sesuai dengan fitrahmu…”

Kartini adalah salah satu dari beberapa pahlawan pendidikan untuk wanita Indonesia

Putri bangsawan yang tahu betul menggunakan kesempatannya sebagai anak Bupati Jepara

yang berbahasa internasional, merambah dunia manca untuk bertukar pendapat,

menyerap, memilah dan menyaring pengetahuan yang baik dari kawan-kawan pena Belandanya,

yang dikemudian hari menjadi kuntum bunga pendidikan keputrian Indonesia,

memanjangkan masa sekolah wanita Indonesia sampai setinggi yang mereka mau…

Kartini…… pendekar pendidikan keputrian Indonesia, pendekar yang patut dipanut wanita Indonesia,

dimana kita tidak perlu bertanya pada jaman mana wanita sebaiknya hidup, jaman Kartini kah atau jaman sekarang kah?

Karena  kedua jaman itu mempunyai arti yang sama baiknya bagi wanita Indonesia,

yang terdahulu adalah yang yang membentuk adab wanita Indonesia dan yang sekarang adalah

yang membentuk keseimbangan jiwa dan kehidupan wanita Indonesia sehingga mereka selalu

berbahagia dalam batin dan lahirnya…

 

(untuk Kartini, Dewi Sartika, Maria Tiahahu, Cut Nya’ Dien)

 

p.s. :

Penulisnya -Bunda- adalah sosok Kartini jaman sekarang; tangguh, berkarya, berpikiran terbuka, penerang pengetahuan bagi lingkungan sekitarnya, tetapi tetap tidak lupa menjadi wanita, isteri dan Bunda bagi semua orang. Luv, Bun…

About these ads

~ by wittiyaa on April 22, 2008.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: